


Dipertemukan di sebuah organisasi muda-mudi gereja dan dihadapkan dengan situasi dimana “si pria” mengantar “si wanita” pulang latihan. Dari situlah terjadi komunikasi yang makin hari makin “intens”
Setelah komunikasi yang cukup “intens”, kami memutuskan untuk menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius.
Menikah
Setelah menjalin kasih kuranglebih 2 tahun, kami memutuskan untuk menjadi satu sebagaimana Tuhan Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18)