Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang Bpk/ibu/saudara/i di acara pernikahan kami
Siang dan malam berganti begitu cepat, di antara saat saat mendebarkan
Berawal dari notif handphone ku yg berbunyi. Ya benar, notif itu dari dia yang saat itu ingin mengajakku berkenalan. Sempat kubalas, tapi hanya sebatas itu kita tak pernah berhubungan lagi
Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba hari itu aku berkomentar di postingan sosial medianya. Waktu berjalan dan kita sering berkomunikasi dan saling mengenal satu sama lain
Belum genap sebulan, dia memberanikan diri menemui orang tuaku dan menyampaikan niat baiknya untuk melamarku
Tak perlu waktu lama, atas izin orang tuaku dan orangtuanya, kami melangsungkan acara lamaran. Saat itu hanya perasaan senang dan terharu yang aku rasakan. Tidak menyangka hubungan kami akan sampai pada tahap ini
Hari itu tiba. Hari dimana aku dan kamu duduk bersama di pelaminan, melangsungkan acara pernikahan kami yang sejak lama kami tunggu. Mengucapkan “Saya terima nikah dan kawinnya….” dalam ijab qobul pernikahan. Kamu sudah bersungguh-sungguh dan berjanji kepada Allah dan didepan semua orang yang menyaksikan bahwa kamu akan selalu bertanggung jawab atas diriku, menyayangiku, menafkahi dan mendidikku dengan sabar.
Tak terasa, aku dan kamu sama-sama berjuang melewati suka dan duka. Terimakasih kamu, karena selalu ada dan mau berjuang bersama sampai akhir.
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
AR RUM : 21
Terimakasih